Laman

Selasa, 19 Januari 2016

Bertemu Kembali

    Sudah 1 minggu gadis ini bersedih, seperti remaja pada umumnya gadis ini baru saja merasakan patah hati oleh seorang laki-laki, gadis ini bernama Lina, kabarnya Lina baru saja putus dengan laki-laki yang dulunya adalah pacarnya, laki-laki itu bernama Roy, dia adalah senior di sekolah Lina, sebetulnya mereka satu sekolah yg sama ketika mereka di bangku SMP, tapi mereka mulai dekat kembali setelah Lina masuk SMA yang sama dengan Roy.
    Tapi walaupun Roy menyukai Lina, dan mungkin hingga sekarang menyukai Lina, dia tidak akan kembali, dia hanya khianati rasa demi keinginan semu.
    Sudah terlalu banyak kenangan yang berbekas dihati Lina, tapi dia tetap sabar, selalu mencoba untuk terlihat kuat, walau sebenarnyaa....
    “Ya Tuhan kenapa dia memperlakukan saya seperti ini? Haduh.. Hati saya hancur sudah” batin Lina.
    Sepertinya Lina sangat menyukai Roy, tapi dia tidak bisa apa-apa bahkan untuk bertanya saja dia segan, entah itu karena Roy adalah senior ataukah memang Lina yang kurang keberanian dan tahu diri.
    Sudah 1 Bulan berlalu, sudah lumayan lama Lina menghiraukan Roy bahkan dia hampir terlihat seperti membenci laki-laki ini, sekarang Lina sadar bahwa menangisi seseorang yang bahkan tidak pernah memikirkan dia hanya akan membuang-buang tenaganya saja. Dia sadar sekarang dia tidak akan menyukai seseorang terlalu berlebihan, karena kecewanya hanya untuk ibadah dia yang tiada meningkat.
    Sekarang Lina sudah kelas 2 SMA, dalam rangka meringankan pikirannya dari berbagai hal termasuk Roy, dia sekarang mulai aktif lagi di berbagai ekskul di sekolah seperti Pramuka dan OSIS.
    Memulai aktifitasnya di Pramuka, Lina mengenal banyak orang lagi, dekat dengan banyak orang lagi, dan bertemu dengan satu orang lain lagi.
    Dia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Dimas, sebenarnya Lina mengenal Dimas sejak kecil, Lina dan Dimas dulunya sering bermain bersama, dan mungkin Dimas adalah cinta pertama bagi Lina dulu.
    Ketika awal masuk SMA Lina sudah tahu bahwa dia sekarang satu sekolah dengan Dimas, Lina juga sering memperhatikan Dimas dari kejauhan, kabarnya Dimas menyukai Lina sejak kelas 1 SMA, tapi Lina tidak menganggap itu sungguhan, dia hanya tidak ingin kembali menyukai Dimas seperti dulu, sakitnya bertepuk sebelah tangan sudah sering Lina rasakan.
    Mengetahui Lina yang sedang jomblo, Dimas mulai mendekatinya dengan berbagai cara dan siasat. Lina cukup mengerti apa yang sedang diusahakan oleh Dimas, karena lama kelamaan Lina kembali menyukai Dimas berkat usahanya. Mereka masih sangat canggung untuk berkomunikasi dan interaksi secara langsung, mereka hanya mampu mengenal satu sama lain memalui media.
    1 bulan berlalu, disuatu hari Dimas mengatakan pada Lina bahwa dia menyukainya, Lina sangat terkejut mendengar hal itu, Lina tidak tahu harus menjawab apa, dia merasa ada diantara sadar dan tidak ketika membaca pesan dari Dimas tentang pengakuan perasaannya. Tapi akhirnya Lina menjawab “iya” .
    Lina mungkin merasa aneh karena sudah lama sekali dia tidak melihat dan mendengar suara Dimas, dia harus memulai sesuatu ini dari awal lagi seperti baru mengenal Dimas.
Walaupun dalam hubungannya kadang terjadi cekcok dan perdebatan singkat, tapi mereka berusaha meluruskan kembali.
    Hingga sekarang Lina masih bersama Dimas, Dimas adalah satu-satunya laki-laki yang bisa membuat Lina tanpa ragu menjadi dirinya sendiri yang apa adanya.
    Entah itu karena Lina sudah mengenalnya lama, atau mungkin Dimas memang orang yang tepat.
    Bersama Dimas, Lina mungkin akan selalu bahagia.
Selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar disini, bertukar pengalaman OK